Senin, 26 Agustus 2013

Perang di Suriah menjelang kemunculan Imam Mahdi?

Copas dr fb teman:

 Amirul Mukminin Imam Ali krw yang mengatakan:
 "Apabila terjadi bentrokan dua pasukan di Suriah, maka itu tidak akan berakhir kecuali dengan sebuah tanda dari Allah."

 Beliau ditanya:
"Apa yang dimaksud dengan itu ya Amirul Mukminin?"

 Imam Ali krw:
"Goncangan [baca: konflik] di Suriah yang akan memakan korban lebih dari 100.000 orang. Allah akan menjadikan itu rahmat bagi orang-orang beriman dan azab bagi orang-orang kafir. Apabila itu terjadi, kalian akan melihat para penunggang kuda-kuda kelabu dengan bendera-bendera kuning yang datang dari arah barat hingga mereka berhenti di Suriah. Disana akan terjadi teror hebat dan pembunuhan-pembunuhan. Kemudian kalian akan melihat tenggelamnya salah satu desa di Damaskus yang bernama Harasta [sebuah desa dekat Damaskus di jalan menuju kota Homs]. Lalu putera si pemakan hati akan muncul dari sebuah lembah yang gersang untuk menduduki minbar Damaskus [baca: untuk merebut kekuasaan]. Setelah itu kalian nantikanlah kemunculan al-Mahdi. "

Riwayat ini terdapat dalam kitab-kitab:
-Kitabul Ghaibah al-Nu'mani, halaman 317;
-AlGhaibah al-Thusi, halaman 461;
-Al-Kharaij wal Jaraih, jilid 3 halaman 1151;
-Al-'Udad Al-Qawiyyah, halaman 76 hadis 127;
-Faraid Fawaidul Fikr, halaman 14;
-Mu'jam Ahadits al-Imam al-Mahdi, jilid 3 halaman 86 hadis 631.

3 komentar:

Unknown mengatakan...

Wew....
Sebuah ramalan atau isyarat, atau apapun namanya, semua akan tetap menjadi ramalan dan isyarat sampai waktunya tiba untuk melihat kebenarannya. Mari menunggu dqn berserah diri sepenuhnya pada Allah sang penguasa segalanya...

Budhi Insan mengatakan...

Hmm.. tentang kemunculan imam mahdi ini memang banyak versi, tapi biarlah itu menjadi rahasia Allah dan kita tunggu ketentuan-Nya

Asep Ahya Al'ansori mengatakan...

memang sob mungkin hanya tinggal menunggu perang besar+kekeringan 3 tahun sebelum Dajjal bebas.
dan kemungkinan besar pemimpin pemberontak Suriah adalah yg dimaksud dg Asy-Syufiyani (kholifah murtad keturunan Abu Syufiyan)