Selasa, 08 November 2011

Penjahat hakiki bertudung sorban

Sumber : Muxlimo's Lair

Salaam, Sobat...
Jika dulu ada istilah "penjahat berdasi" yang mengacu pada para penipu yang berdandan seperti orang baik-baik, kini tampaknya kita perlu waspada pada para "penjahat hakiki bertudung sorban", yaitu para tukang sihir yang mengklaim ilmunya berdasarkan Alquran dan hadis. Ini adalah masalah yang krusial karena menyangkut masalah hakiki akidah Islam, Sobat.

Muslim yang paling awam sekali pun, pasti tahu bahwa pergi berobat ke tukang sihir, dukun atau paranormal itu hukumnya syirik dan tergolong dosa besar tak berampun. Akan tetapi, tampaknya masih banyak yang tertipu oleh para tukang sihir yang berkedok agama: pengobatan alternatif Islami (kata mereka). Bahkan, ada sebagian besar tabib pengobatan alternatif yang menjadikan terapi penyembuhan ini sebagai lahan bisnis. Mereka menentukan harga tertentu bagi para pasien. Sebagian besar kaum muslimin tidak bisa membedakan antara pengobatan Qurani dengan pengobatan sihir. Jenis pengobatan yang pertama bersifat imani, sedangkan yang kedua adalah syaithani.

Yang menambah runyamnya permasalahan ini bagi orang-orang awam adalah bahwa sebagian paranormal ketika membaca mantra-mantra yang mengandung kekufuran, dibaca dengan suara yang pelan dan tidak kedengaran dan melantangkan suaranya ketika membaca sebagian ayat-ayat Alquran (yang diselipkan di antara mantra-mantra musyrik tersebut. Inilah ciri utama para penjahat hakiki bertudung sorban itu.

Hendaknya para pasien tidak tertipu dengan simbol-simbol dan penampilan luar sebuah terapi pengobatan, tetapi hendaknya mereka mencari para pemberi terapi Qurani (ahli ruqyah) yang bertakwa. Nah, bagaimana cara kita mengetahui wak haji, ustaz, atau santri penyembuh alternatif yang kita jumpai itu tukang sihir atau bukan? Selain ciri utama yang sudah ditandai di atas, berikut ini beberapa ciri sekundernya:
menanyakan kepada si penderita siapa namanya dan nama ibunya;
mengambil salah satu benda bekas yang dipakai oleh si penderita, seperti baju, peci, sapu tangan, dan lain-lain; terkadang meminta kepada si penderita seekor binatang dengan sifat-sifat tertentu, untuk disembelih dengan tidak menyebutkan nama Allah ﷻﷻ lalu mengoleskan darahnya kepada bagian-bagian tubuh si penderita yang sakit atau membuang bangkainya pada tempat-tempat yang sepi; menuliskan rajah; memberikan jimat penangkal yang berbentuk persegi empat kepada si penderita. Jimat it mengandung rajah yang berupa huruf-huruf atau angka-angka meminta si penderita untuk menghindari orang ('uzlah) selama masa tertentu dalam ruang yang gelap dan tidak dimasuki sinar matahari. Orang awam menyebutnya dengan menyepi atau bersemedi; terkadang meminta si penderita agar tidak menyentuh air selama masa tertentu, biasanya selama empat puluh hari; memberikan kepada si penderita benda-benda yang harus ditanam di dalam tanah; memberikan kepada si penderita lembaran-lembaran kertas yang harus dibakar kemudian dihirup asapnya; berkomat-kamit membaca sesuatu yang tidak bisa dipahami; terkadang si tabib dapat menebak dengan benar tentang nama si penderita, tempat asalnya, dan persoalan-persoalan yang akan ia tanyakan kepadanya; menuliskan untuk si penderita huruf-huruf potongan di atas sebuah kertas atau di atas piring dari tembikar putih lalu memerintahkan si penderita untuk melarutkannya dengan air dan meminumnya.

Jika Anda sudah tahu bahwa seseorang itu adalah penyihir (meskipun ia adalah ulama terpandang, punya banyak massa, dan kehidupan sehari-harinya tampak begitu islami), jangan sekali-kali mendatanginya. Apalagi jika ulama tersebut terkenal dapat memerintah jin! Bukankah seseorang yang bisa memerintah jin itu berarti ia adalah pemimpin para jin? Berarti pula ia bagian dari keluarga besar jin yang berwujud manusia? Waspadalah, tidak ada seorang pun yang berhak mengklaim ilmunya setaraf Nabi Sulaiman a.s. atau para nabi lainnya.

Bila Anda tetap berkeras dan tetap mendatangi ulama-ulama semacam ini, Anda akan terkena sabda Rasulullah ﷺ
"Barang siapa mendatangi tukang ramal, atau tukang sihir, atau tukang tenung lalu ia bertanya kepadanya tentang sesuatu kemudian membenarkan apa yang dikatakan olehnya, maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ."
(Imam Al-Hafizh Al-Mundziri dalam At-Targhib, IV/53 berkata,"Hadis ini diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan Abu Ya'la dengan sanad baik dan mauquf (hanya sampai kepada sahabat saja).

Nasihat bagi para muslim yang melakukan praktik pengobatan alternatif. Hendaknya Anda hanya menggunakan metode yang disyariatkan saja. Hendaknya Anda tidak meluaskan praktiknya ke mana-mana, yang pada akhirnya menjerumuskan Anda dan pasien Anda ke dalam hal-hal yang dilarang. Hal ini jika diumpamakan, seperti penggembala yang menggembala gembalaannya di sekitar tempat yang terlarang sebab dikhawatirkan gembalaannya akan masuk ke tempat tersebut.

Allahua'lam.

{Sebuah penyajian ulang dari tulisan Wahid Abdussalam Bali, seorang ulama Mesir sekaligus dosen fikih perbandingan, dalam bukunya yang berjudul asli Ash-Shârimul Battar fît Tashaddy Lis Saharatil Asyrâr (digubah ke dalam bahasa Indonesia menjadi Tolak Sihir Cara Islam oleh Penerbit Aqwam, Solo, 2008).

The Confession: A Novel Sudoku The Gift The 7th Victim The UnionThe Incredible MachineO Holy Night (CD/DVD)