Selasa, 23 Oktober 2012

Hadits puasa 9 hari di awal Dzulhijjah

Dari sebagian istri Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :
  أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَتِسْعًا مِنْ ذِي الْحِجَّةِ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنَ الشَّهْرِ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ " 
“Bahwasanya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukan puasa ‘Aasyuuraa’, puasa sembilan hari awal bulan Dzulhijjah, dan puasa tiga hari dalam setiap bulan : hari Senin pada awal bulan dan dua Kamis”.

Hadits ini lemah, karena terdapat idlthiraab dalam sanad dan matannya yang berporos pada Hunaidah bin Khaalid.