Selasa, 16 November 2010

Surga : taman tempat istirahat yang indah di akhirat

Surga seperti yang diceritakan dalam Al Qur'an adalah diibaratkan taman-taman, tempat peristirahatan yang indah dengan banyak mata air dan banyak sungai mengalir. Penghuni surga menggunakan perhiasan emas, baju sutra, bersandar di dipan-dipan sambil makan buah-buahan. Di surga penghuninya hanya bersenang-senang, semua keinginan akan terpenuhi. Surga tidak ada di dunia, melainkan di akhirat.

Akhirat adalah kehidupan setelah manusia mati lalu dibangkitkan pada hari kiamat, dimana pada saat itu semua amal perbuatan akan dihitung dengan tepat. Akhirat adalah kehidupan yang kekal, sedangkan dunia hanyalah permainan, tempat yang memperdayai, tempat manusia diuji oleh Allah untuk diketahui siapa paling baik amalannya. Hanya orang Islam yang akan beruntung di akherat, yaitu mereka yang mengikuti petunjuk Al Qur'an.


0rang yang mengikuti petunjuk Al Qur'an dengan beriman dan bertakwa selama di dunia akan mendapatkan balasan dari Allah saat di akhirat yaitu ditempatkan di surga, baik laki-laki maupun perempuan. 0rang beriman adalah orang -yang selalu merendahkan diri pada Allah, mengerjakan amal-amal shaleh, dan tidak ragu-ragu berjuang dengan harta dan jiwanya di jalan Allah.





Allah berfirman
مَّثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوا وَّعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ
"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (QS Ar Ra'du[13] : 35)


Allah berfirman
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)." (QS Al Hijr[15] :45)


Allah berfirman
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
"Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)." (QS Yaa Siin [36] : 55)


Allah berfirman
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ
"Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta." (QS Yaa Siin : [36] : 57)


Allah berfirman
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ كَذَلِكَ
(yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa (QS An Nahl[16] : 31)


Allah berfirman
أُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا
"Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah" (QS Al Kahfi[18] : 31)


Allah berfirman
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS Ali Imran[3]: 85)


Allah berfirman
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," (QS Al Mulk[67] : 2)


Allah berfirman
إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ
"Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu." (QS Muhammad[47] : 36)


Allah berfirman
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (QS Al A'raf[7] : 158)


Allah berfirman
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَخْبَتُوا إِلَى رَبِّهِمْ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. "(QS Huud[11] : 23)


Allah berfirman
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (QS Ali Imran[3] : 185)


Allah berfirman
وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ
"dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur." (QS Al Hajj[22] : 7)


Allah berfirman
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
"Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (QS Al Mujaadalah[58] : 6)


Allah berfirman
لِّيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَكَانَ ذَلِكَ عِندَ فَوْزًا عَظِيمًا
supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah, (Al Fath[48] : 5)


Allah berfirman
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS Al Hujuraat[49] : 15)

Gambaran setelah hari kiamat

Setelah Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail  dan beberapa malaikat yang lain. Setelah  itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tersisa dan akhirnya nyawanya sendiri. Setelah semua makhluk mati, (disebutkan di Al Qur'an surat Al Mukmin[40] ayat 16) Allah berfirman yang artinya kira-kira "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

Setelah 40 tahun, Malaikat Israfil dihidupkan, kemudian meniup sangkakala yang kedua kalinya, lalu seluruh makhluk hidup dibangkitkan lagi di atas dataran  putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi. Manusia yang berasal dari benih anak Adam akan dibangkitkan.  Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak ada rasa malu karena saat itu  hati mereka sangat takut dan cemas tentang nasib mereka, masa depan yang akan dihadapi.  Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat pertemuan yang besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Saat itu, ibu akan melupakan anak, suami akan melupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka masing-masing.  Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Tejadilah huru-hara yang amat dahsyat.  Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat ukuran malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan. Kemudian matahari muncul lagi dengan panas yang berlipat-lipat. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Lalu manusia kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelamnya manusia bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan seperti ini berlanjut hingga 1000 tahun. 

Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kautsar berisi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin. 0rang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Sungai ini mengalir dari surga. 

Karena menunggu sangat lama di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama kali sekelompok manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau pernah melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka sekelompok manusia itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan jawaban seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak waktu antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan. 

Lalu berdoalah Nabi Muhammad SAW ke hadirat Allah SWT. Lalu do'a Nabi SAW dikabulkan oleh Allah. Setelah itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang sangat kuat hingga menakutkan hati semua makhluk. Lalu  langit terbelah, turunlah 'arsy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga 'Arsy itu tiba dibumi. 

'Arsy itu berbentuk kubah yang mempunyai 4 batang tiang yang selalu dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Bila disederhanakan diibaratkan istana yang mempunyai seribu ruangan yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Dikelilingi embun yang memantulkan cahayanya yang sangat kuat. Kursi yaitu yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Ukuran kursi lebih kecil dari 'Arsy umpama cincin ditengah padang. Bila disederhanakan ibarat singgasana  yang terletak dihadapan istana. 

Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulai timbangan untuk perhitungan amal. Ketika itu  kitab amalan masing-masing beterbangan  turun dari bawah Arsy menuju ke leher pemiliknya tanpa kesalahan, lalu dipanggil satu demi satu untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib  & 'Atid / Kiraman Katibin. Manusia berbaris dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir dan munafik berbaris bersama pemimpin mereka yang dzalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibedakan.  Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah sholat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.  Apabila telah tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin. 

Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Ukurannya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai 2 cabang yang ada daunnya. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.  Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab. Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang. Saat dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Semua akan diadili oleh Allah yang Maha Bijaksana. Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang banyak untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang bicara sehingga seluruh makhluk jadi puas  dan dibolehkan menyeberangi Siratul Mustaqin. Siratul Mustaqim ialah jembatan yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jembatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan  lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin jembatan ini akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat : 1. Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab. 2. Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab. 3. Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka. (Semua syafaat ini adalah atas izin Allah SWT.) Para nabi dan rasul serta golongan lain juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain. Setelah selesai dihisab, manusia akan berjalan menuju surga melintasi Siratul Mustaqim.

Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Siratul Mustaqim memakan waktu 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang dapat melewatinya  seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melewatinya karena api neraka selalu menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya. Para malaikat berdiri di kanan dan kiri jembatan mengawasi setiap makhluk yang lewat. Setiap 1000 orang yang melewatinya, hanya 1 yang berhasil mencapai akhir jembatan, 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka. 

Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama : ① Sedekah/amal jariahnya. ② Doa anak-anaknya yang sholeh. ③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.  Jika sekiranya kalian ingin mengumpulkan bekal untuk akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat-sahabat yang lain, sebagaimana  sabda Rasulullah SAW: ❝ Sampaikanlah pesanku walaupun satu ayat. ❞ Rujukan: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani.

Takwa : pengamalan ajaran Islam secara utuh

Kata takwa berasal dari rumpun kata waqa (وَقَى), yaqi (يَقِى), wiqayah (وِقايةً), yang berarti takut, menjaga, memelihara dan melindungi. Sesuai dengan makna tersebut, maka taqwa dapat diartikan sikap memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama islam secara utuh, konsisten dan selalu ditingkatkan (istiqamah). Takwa juga bisa diartikan dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

0rang yang bertakwa telah mendapat petunjuk dari Allah yaitu Al Qur'an (supaya dipelajari dan diterapkan dalam kehidupannya). 0rang yang bertakwa ciri-cirinya adalah yang beriman pada yang Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membantu kerabat dan orang lain yang dalam kesempitan, sabar bila menghadapi masalah, sanggup menahan amarah, mudah memaafkan orang lain, dan selalu minta ampun pada Allah dengan segera menyadari kesalahannya.

0rang-orang yang bertakwa supaya mengikuti aturan-aturan tentang kehidupan yang ada di Al Qur'an dalam kehidupannya, dan Allah akan memberi jalan keluar dari masalah-masalahnya. 0rang-orang yang bertakwa akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah, diampuni dosa-dosanya dan mendapat balasan dari Allah yaitu surga.

Allah berfirman
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾ إِ
"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. " (QS. Al Baqarah[2] : 2-5)

Allah berfirman
لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. " (QS. Al Baqarah[2] : 177)

Allah berfirman
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٣٤﴾ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ﴿١٣٥﴾ أُولَئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿١٣٦﴾ قَدْ
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. " (QS. Ali Imran[3] : 133-136)

Allah berfirman
فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Ath Thalaaq[65] : 2)

Allah berfirman
ذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنزَلَهُ إِلَيْكُمْ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
"Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya. " (QS. Ath Thalaaq[65] : 5)