Senin, 18 Juni 2012

Hati-hati dengan karomah

“Tidak setiap orang yang memiliki keistemewaan itu sempurna kebersihan batin dan keikhlasannya.”

Saat ini publik ummat sering menilai derajat luhur seseorang dari kehebatan-kehebatan ilmu dan karomahnya. Syeikh Abu Yazid al-Busthamy pernah didatangi muridnya, yang melaporkan karomah dan kehebatan seseorang.

“Dia bisa menyelam di lautan dalam waktu cukup lama…”

“Saya lebih kagum pada paus di lautan…”

“Dia bisa terbang…!” kata muridnya.

“Saya lebih heran, burung kecil terbang seharian…karena kondisinya memang demikian,” jawabnya.

“Lhah, dia ini bisa sekejap ke Mekkah…”

“Saya lebih heran pada Iblis sekejap bisa mengelilingi dunia…Namun dilaknat oleh Allah.”

Suatu ketika orang yang diceritakan itu datang ke masjid, tiba-tiba ia meludah ke arah kiblat.

“Bagaimana ia menjaga adab dengan Allah dalam hakikat, sedangkan adab syariatnya saja tidak dijaga..” kata beliau.

Banyak orang yang mendalami ilmu pentetahuan, mampu membaca dan mengenal dalil, kitab-kitab, bahkan memiliki keistemewaan, tetapi banyak pula diantara mereka tidak bersih hatinya, tidak ikhlas dalam ubudiyahnya.

Begitu pula ketika karomah dan tanda-tanda yang hebat itu disodorkan pada Sahl bin Abdullah at-Tustary, ra, beliau balik bertanya, “Apa itu tanda-tanda? Apa itu karomah? Itu semua akan sirna dengan waktunya. Bagiku orang yang diberi pertolongan Allah swt untuk merubah dari perilakunya yang tercela menjadi perilaku yang terpuji, lebih utama dibanding orang yang punya karomah seperti itu.”

Sebagian Sufi mengatakan, “Yang mengagumkan bukannya orang yang memasukkan tangan ke kantong sakunya, lalu menafkahkan apa saja dari kantong itu. Yang mengagumkan adalah orang yang memasukkan tangannya ke kantong sakunya karena merasa ada sesuatu yang disimpan di sana. Begitu ia masukkan tangannya ke sakunya, sesuatu itu tidak ada, namun dirinya tidak berubah (terkejut) sama sekali.”

Jadi karomah itu sesungguhnya hanyalah cara Allah memberikan pelajaran kepada yang diberi karomah agar perjalanan ruhaninya tidak berhenti, sehingga semakin menajak, semakin naik, bukan untuk menunjukkan keistemewaanya.

Yang istimewaan adalah Istiqomah. Karena itu para Sufi menegaskan, “Jangan mencari karomah, tetapi carilah Istiqomah.” Sebab istiqomah itu lebih hebat dibanding seribu karomah. Dan memang, hakikat karomah adalah Istiqomah itu sendiri.

Bahkan Imam Al-Junayd al-Baghdady pernah mengi-ngatkan, betapa banyak para Wali yang terpleset derajatnya hanya karena karomah.

Syeikh Abdul Jalil Mustaqim pernah mengatakan, ketika anda diludahi seseorang dan anda sama sekali tidak marah, itulah karomah, yang lebih hebat dibanding karomah yang lainnya.

Ketika dalam sebuah perkumpulan Thariqat Sufi, tiba-tiba ada seseorang datang, dan langsung membicarakan kehebatan ilmu ini dan itu, karomah si ini dan si itu. Lalu seseorang diantara mereka menegur,

“Mas, kalau di sini, ilmu-ilmu seperti yang anda sampaikan tadi hanya dinilai sampah. Jadi percuma sampean bicara sampah di sini…”

Ada seseorang disebut-sebut sebagai Wali:

“Wah dia itu wali, bisa baca pikiran orang, dan kejadian-kejadian yang pernah kita lakukan walau pun sudah bertahun-tahun lamanya…”

“Lhah, orang yang punya khadam Jin juga bisa diberi informasi oleh Jinnya tentang kejadian yang lalu maupun yang akan datang… Jadi hati-hati…”

“Beliau itu keturunan seorang Ulama besar..”

“Tidak ada jaminan nasab itu, nasibnya luhur di hadapan Allah…”

Dan panjang sekali kajian soal karomah dan kewalian ini, yang butuh ratusan halaman. Tetapi kesimpulannya, seseorang jangan sampai mengagumi kehebatan lalu mengklaim bahwa kehebatan itu menunjukkan derajat di depan Allah. Tidak tentu sama sekali.

Artikel terkait
Mengasah mata batin (bashirah)
Masih adakah orang yang mempunyai karomah di jaman sekarang

Sumber dari sini

26 komentar:

Anonim mengatakan...

yang dimaksud karomah disini apa..

Ratnawati Utami mengatakan...

Karomah adalah seorang mampu melakukan hal yang tidak bisa dilakukan manusia normal.

Kayak membaca pikiran, tau gambaran masa datang, jalan di atas air, terbang, menghilang dll.

Masih belum jelas,,,,

arra mengatakan...

wah benar kita harus hati2dgn karomah,,
juga harus hati2 jgn sampai kita menanggap hebat dan super org yg memiliki karomah bukan Dzat yg memberikan karomah itu,.,
nice posting nice info,,

sakahayang.com mengatakan...

benar sekali sob, kita harus hati2 jangan sampai terjebak ,,,

wilujeng ngeblog

jho mengatakan...

Bagus critanya...
klo ada pesbuknya bisa saya add
hehehe

Ratnawati Utami mengatakan...

@ sakahayang, tx

@jho, agak kreatif dikit dong, ada nama email di profile. Bisa add dari situ kan

Agung Septian mengatakan...

numpang kasih masukan...
maaf sblumnya mba ratna...
karomah memang benar adanya...
sebenarnya karomah bukan ilmu sesat...
karomah adalah kekuatan energy yg ada pd dr kita masing2,energy itu bs aktif dengan membaca lafadz dan yakin serta atas izin allah...
karena para wali pun memiliki kesaktian karomatullah tsb...
sejatinya manusia memiliki energy nur atau sukma yg ada pd dirinya...
lain halnya org yg punya benda yg berkekuatan, dangan bantuan benda itulah dy pnya kekuatan, tp sebenrnya ada yg benar ada yg slah tergantung sumber energy pd benda nya tsb...
jd sbnrnya sblum kta mngambil ksimpulan atau mngamalkan kita jga harus mngerti dahulu apa itu hikmah,karomah dll...
masih bnyak sbnrnya yg hrus diluruskan disini...
tp senang bs sharing dgn anda...

Ratnawati Utami mengatakan...

@Agung, sebetulnya begini. Para Wali itu memang CERITANYA mempunyai karomah. Tapi bukan itu tujuan beribadah. Beribadah itu adalah karena mendekatkan diri pada Allah. Dan orang yang mendapatkan karomah tidak akan menyombongkan kemampuan itu, karena kemampuan itu digunakan untuk menolong orang, tanpa perlu membayar sedikitpun, ikhlas karena Allah. Bila masuk kajian sufi dan menyombongkan tentang karomah, sebetulnya yang lain juga punya kemampuan masing-masing, tapi kajian sufi bukan untuk menyombongkan karomah tapi untuk mendekatkan diri pada Allah, mendapat ridho Allah.

Seandainya naksir cewek pilih cantik atau hati yang baik? kalo di Islam pilihlah cewek yang sholehah, hatinya baik lebih diutamakan. kalo kebetulan wajahnya cantik itu bonus, ibaratnya begitu sajalah. Karena belajar tasawuf sudah menembus ke kebersihan hati, bukan membahas penampilan atau sebatas kulit saja

mursalin siregar mengatakan...

Mujijat ; kejadian luar biasa dr Allah utk nabi&Rasul

Karomah ; kejadian luar biasa dr Allah utk orang2 shaleh

Sihir ; kejadian luar biasa dr Allah. Berasal dari Jin &manusia.


Nb; sihir boleh dipelajari, seperti kisah Malaikat Harut & Marut yang turun kebumi menjadi manusia seutuhnya.

Ratnawati Utami mengatakan...

@Mursalin, ngerti tentang sihir gpp. Tapi sufi gak akan fokus untuk memamerkan kemampuan. Manusia itu tugasnya mendekatkan diri pada Allah, dan karomah adalah pemberian Allah tapi bukan untuk disombongkan. Untuk menolong orang lain tanpa bayaran. Dan hidup dengan profesi yang sewajarnya. Emang susahnya gimana, orang punya karomah memilih bergaul bersikap seperti sewajarnya?

Anonim mengatakan...

mba2 akang2 mendingan benerin dulu akhlak kita masing2,,ga usah bahas yang kaya gini...trims

Anonim mengatakan...

Ketika seorang hammba akan naik derajatnya menjadi wali allah,di situ iya di uji dengan kemampuan2yang luar biasa, dan saat2itu lah ujian yg paling berat karena bisa tergelincir dan menjadikan sifat keakuan/ria',takabur,sombong.

syamsuddin cholily mengatakan...

MUKJIZAT dari ALLOH SWT dimiliki oleh nabi/rosul dan ditujukan pada ummat supaya beriman kepada ALLOH SWT.
KAROMAH dari ALLOH SWT dimiliki oleh manusia selain nabi/rosul yg dikehendaki oleh ALLOH SWT dan ditujukan utk dirinya sendiri,bukan utk org lain/publik.(sebagai ujian atas amalan2 yg dikerjakan org tersebut).wslm

amirul mu'minin mengatakan...

karomah memang ada, tpi ada yang baik dan ada yg jelek, yg baik dimiliki oleh waliyullah. Yg jelek ada pada setan/ iblis. Apa bila ada dukun bisa sulap, itu karomah, tpi yg jelek. Tpi jika walisanga, itu adalah karomah dari allah swt. Yg tujuannya utk mendekatkan diri kpd allah. Jadi yg penting bukan karomahnya tpi mengingat allah yg penting. Tpi kita harus percaya karomah.

Ratnawati Utami mengatakan...

@Amirul, karomah adalah pemberian dari Allah diberikan pada hamba yang sholeh.

Pesulap itu bukan mendapat karomah, tapi ada yang melakukan trik dengan asap, kaca, kecepatan tangan, peralatan canggih. Tapi ada beberapa dibantu jin, dan itu sihir.

Kalo mukjizat untuk Nabi dan Rasul, karomah untuk wali. Tapi wali biasanya malah tidak menggunakan itu untuk disombongkan, karena seorang wali akan berusaha membersihkan hati, rendah hati, rajin sedekah, hidup sederhana

Abu Dzar Al Ghifary mengatakan...

@Amirul,he,,he...masa karomah ada yg jelek?...he..he...piss ya...

abdul karim mengatakan...

Bagaimana anda tau,kalau itu karomah?dan bagaimana anda tau kalau itu bantuan setan atau jin?

Rusdan Mubarok mengatakan...

assalamualaikum..
saya punya temen luar muslim,
saya pernah tanyai dia tentang kepribadian seseorg yg sebelumnya belum pernah dia temui.. tpi ternyata dia tau dan menjawabnya dengan tepat..
apakah ini disebut karomah juga ?

Anonim mengatakan...

intinya karomah itu memg dari allah tp untuk menguji..seberapa bsar keimananya stlh memiliki karomah,krna stau sya yg prnah mengalami sendiri...smakin bsar karomah yg di brikan allah....cobaanya juga smakin bsar...ya salah stunya sombong...,n anehnya bnyak skali suatu hal yg brusaha mnarik kita pd dosa bsar....salah satunya wnita.
@ratna...maaf sblumnya tp jgn se'akan akan org yg punya karomah tu smuanya sombong dn takabur...krna anda blum mngenal masing2 kpribadian tersebut krna itu akn jadi sbuah fitnah yg sngat bsar.trims

rizal hackers

aku dan duniaku mengatakan...

assalamualaikum.. bagaimna karomah itu bs masuk k dalam diri seseorang? apakah sengaja dmasukkan seseorang ataukah masuk dengan sendirinya??. trims

aku dan duniaku mengatakan...

bagaiman menggunakan karomah dengan baik ?

Ratnawati Utami mengatakan...

Sebetulnya begini. Karomah adalah istilah dari orang-orang yang peka, mempunyai kemampuan lebih selain dari indra ke-6. Seharusnya yang berhak mendapatkan karomah adalah para Wali.

Lalu ada fenomena indigo, karena indra ke-6 apakah itu bisa disebut karomah.

Kemampuan indra ke-6 bisa diberikan oleh Allah pada siapa saja. Ada yang kuat ada yang tidak.

Pada banyak kasus banyak orang punya indra ke-6 oleh keluarganya malah diharapkan kemampuannya itu hilang.

Tapi yang memang sanggup mendapat karomah, maka dia akan menggunakan kemampuannya untuk membantu orang lain TANPA BAYARAN. untuk kehidupannya dia akan bekerja sewajarnya dengan pemikiran dan tenaga, bukan dengan indra ke-6.

Berhati-hatilah,kemampuan indra ke-6 bisa jadi karena ada setan atau jinjahat di tubuh. Pakar ruqyah yang syariah akan bisa melihat itu.

Anonim mengatakan...

bahkan sholat pun tak berguna jika niat ny untk menghina yg tak sholat..begitu juga karomah..semua tergantung dari yg membawa ny.

Anonim mengatakan...

tergantung dari bagai mana anda membawany..kamu pergi naik haji dan sholat hny untk sombong..sama aja kan judul ny..apa harus bikin judul hati2 dngan sholat dan naik haji.??

rhomy saputra senju mengatakan...

Maksih pencerahannya

Zainul Thahar mengatakan...

Assalamualaikum
Saya sepakat dengan tulisan ini. Banyak sekali orang yang beribadah tertarik karena ingin memiliki karomah/ kesaktian.
Harus diakui karomah itu memang ada dan banyak buktinya namun jika kita tidak berhati- hati kita bisa tersesat dalam beribadah sehingga mengakibatkan kita lalai.
Esensi dari pada ibadah itu adalah pengabdian total kepada Illahi Robbi karena "Tidak ku jadikan Jin dan Manusia selain untuk mengabdi padaKu"
Untuk itu keikhlasanlah satu2nya jalan untuk beribadah sehingga istiqamah...