Jumat, 12 Agustus 2011

Hati-hati menjaga suami

Sumber Buletin keluarga Sakinah yang diterbitkan dpu daarut tauhid Yogyakarta

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, wanita itu ujian terbesar dan terberat bagi laki-laki. Karenanya tidak banyak yang bisa selamat. Muara dari kegagalan seorang lelaki menghadapi ujian ini memang zina, tapi itu benar-benar yang paling ujung. Tidak semua orang terseret hingga ke muara. Ada yang hanya hanyut hingga beberapa jengkal, ada pula yang cuma kecipak-kecipik di pinggiran atau hanya memandang dengan tatapan berhasrat dari kejauhan. Ujian itu terasa kian berat karena ternyata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tak menyebutkan batasan umur bagi para lelaki yang bakal menghadapi ujian itu. Pada kenyataannya memang begitu. Godaan ini akan tetap berefek bukan hanya pada pemuda yang masih perkasa, tapi juga pada kakek-kakek yang bahkan mengunyahpun susah rasanya. Tingkat pengaruhnya bisa jadi memang tidak sama, tapi efeknya masih tetap terasa.

Tidak heran jika Said bin al Musayib, seorang ulama yang merupakan murid para sahabat, pada umurnya yang sudah renta masih mengeluhkan beratnya godaan wanita. Beliau berkata, "Tidak ada sesuatu yang lebih aku takuti melebihi godaan perempuan."

Selain tak mengenal batasan umur, godaan ini juga memiliki pengaruh yang sama meski ada beberapa faktor yang seharusnya bisa menghalanginya, menikah dan ilmu agama. Memang benar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda bahwa menikah akan membuat seseorang lebih terjaga. Hanya saja, sifatnya hanya sebagai solusi agar lelaki bisa lebih mampu menahan diri. Bukan jaminan bahwa dengan menikah seseorang akan terbebas dari fitnah wanita sama sekali. Semuanya kembali pada diri sendiri, apakah mau memanfaatkan pagar yang dibuatkan syariat, atau tetap berkeinginan melompatinya, menuruti hasrat yang dipancing setan dari kejauhan.

Ilmu agamapun demikian. Ahli ibadah dan paham agama bukanlah kategori yang tidak disertakan dalam ujian ini. Justru bisa jadi muatan ujian yang dibawa jauh lebih besar. Andai saja dengan status ustadz atau kyai seseorang tidak lagi diincar setan dengan panah godaan yang satu ini, alangkah beruntungnya para pemilik status ini. Tapi nyatanya tidak seperti itu. Sahmul iblis yang satu ini tetap akan ditembakkan kepada siapapun, termasuk kepada ahli ibadah dan orang berilmu. Ironis memang, tapi begitulah kenyataannya.

Makanya jangan heran jika banyak terjadi kasus, seorang lelaki sudah beristri dan terlihat paham agama masih tergoda dengan wanita lain. Ada yang sampai berzina, ada pula yang hanya menjalin hubungan mesra atau sekedar suka meski tak disertai ungkapan dalam bentuk apa-apa. Semoga Allah melindungi kita.

Harap jangan dipahami bahwa fitnah wanita gambarannya melulu seperti ini, si lelaki pasif lalu ada wanita yang datang menggoda, memamerkan auratnya lalu mengajak berzina. Godaan frontal non sporadis semacam ini bisa jadi malah membuat lelaki ngeri. Fitnah itu bisa muncul dan menimbulkan semacam korsleting di hati seorang lelaki meski hanya melalui pandangan, padahal si wanita tak berbuat apa-apa bahkan mungkin tidak menyadarinya. Karenanya bisa saja anda tiba-tiba saja dilabrak isteri teman kantor anda, teman satu organisasi atau bahkan isteri dari guru anda di sekolah gara-gara suaminya suka menulis nama anda di buku diarinya dan anda dituduh menjadi selingkuhannya, misalnya. Anda tidak pernah menggoda, memberi sinyal atau apapun. Kemungkinan "kesalahan" anda cuma satu, wajah anda menarik. Yah, begitulah fitnah wanita terjadi pada lelaki. Suatu reaksi unik yang sangat sulit dirumuskan atau sekedar diungkapkan.

Karenanya, hendaknya anda berhati-hati terutama yang sudah punya suami. Jagalah suami anda. Pasalnya, jika panah iblis yang satu ini sudah kadung menancap, bukan hal mudah untuk mencabutnya. Bicara soal "menjaga suami" yang terbayang-bayang di benak anda barangkali adalah anda akan mencintainya sepenuh hati, melaksanakan kewajiban sebagai istri semaksimal mungkin, bersolek dan menjaga kecantikan jasadiyah, memberi kejutan-kejutan mesra dan selalu menyediakan menu yang lezat menggoda selera. Tidak salah. Itu langkah kauniyah yang memang harus anda lakukan. Tapi jangan lupa, panah yang ini menancap di hati, tempat yang sangat rahasia yang anda tidak akan pernah mampu menjamahnya. Kenyataannya, bukankan masih ada suami yang tetap tergoda walaupun istrinya, dari segala sisi nyaris sempurna?

Karenanya, untuk urusan hati yang kita tidak akan pernah menguasai milik orang lain, mintalah penjagaannya kepada Sang Pencipta, Dzat yang menggenggam dan membolak-balikkan hati manusia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Sesungguhnya hati-hati anak Adam berada di antara kedua jemari dari jemari ar Rahman yang Dia putarbalikkan sekehendakNya" (HR. Muslim). Mintalah kepada Allah agar menjaga hati suami dari fitnah wanita. Untuk ini memang tidak ada haditsnya atau lafaz doa yang khusus. Tapi dalam berdo'a, kita tidak dibatasi hanya boleh meminta sesuatu yang ada dalam lafadz do'a yang ada haditsnya, bukan? Jadi berdo'alah, memohonlah meski dengan bahasa Indonesia. Masukkan item permohonan ini dalam deretan anda yang berisi permohonan ampunan, rezeki yang lapang dan keturunan yang shalih lagi berjiwa pejuang. Mintalah, semoga Allah mengabulkan. Wallahua'lam...

1 komentar:

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
menjaga suami layaknya kita menjaga diri kita sendiri ada kalanya dalam penjagaan kita lengah namun pasti ada solusinya dari paragraft kedua saya bisa menilik jika dalam hal menjaga suami ini kita harus bisa menyikapinya dengan ikhlas,tak pelak bukan hanya suami namun istri yang akan dimintainpertanggung jawaban atas apa yang dilakukan sebagai bukti mengabdi kepada suami
ada yang mengatakan bagai kita berjalan di atas duri ya mbak