Senin, 15 November 2010

Perbedaan penetapan hari Idul Adha 1431 H/2010 M di Indonesia

Dalam menetapkan hari Idul Adha 1431 H di Indonesia, pemerintah dan Nahdlotul Ulama atau NU sama-sama menggunakan metode rukyah, sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode hisab melalui metode wujudulhilal. NU pada perhitungan rukyah penetapan harinya bisa berbeda dengan perhitungan pemerintah, karena disebabkan pemerintah menetapkan rukyah imkan al-rukyah. Perhitungan imkan al-rukyah adalah apabila ketinggian hilal mencapai 2 derajat barulah akan dianggap memasuki bulan baru. Sedangkan yang dimaksud wujudulhilal yang dipergunakan oleh Muhammadiyah, adalah bulan baru dianggap sudah lahir apabila hilal sudah menampakkan wujudnya.

Masih ada perhitungan dari penetapan hari raya oleh organisasi massa yang lain. Misalnya menggunakan pedoman dari Arab Saudi, untuk mengikuti pedoman hari raya sesuai yang diputuskan oleh pemerintah Arab Saudi. 0rang-orang dalam kelompok kecil di daerah tertentu ada yang menetapkan hari raya bisa beberapa hari selisihnya dibandingkan pemerintah dengan perhitungan versi mereka yang mereka yakini.

Untuk Idul Adha 1431 H ini, atau pada tahun 2010 M, perbedaan penetapan adalah dilihat dari data Hilal 6 November 2010.

Penetapan hari Idul Adha 1431 H
Muhammadiyah    : Selasa, 16 November 2010
Nahdlotul Ulama   : Rabu, 17 November 2010
Pemerintah           :  Rabu, 17 November 2010 
Saudi Arabia        :  Selasa, 16 November 2010

Catatan,  topik tentang ini bisa dilihat di detik.com : http://bit.ly/aYV72a

Idul Adha

Idul Adha ( عيد الأضحى) adalah nama hari yang dirayakan oleh umat Islam (selain hari raya Idul Fitri). Secara bahasa Adha ( أَضْحَى ) adalah: ضَحَّى يُضَحِّي تَضْحِيَةً فَهُوَ مُضَحِّ , yang dijelaskan oleh Al-Qadhi rahimahullahu : “Disebut demikian karena pelaksanaan (penyembelihan) adalah pada waktu dhuha ( ضُحًى ) yaitu hari mulai siang”. Adapun definisinya secara syar’i, dijelaskan oleh Al-‘Allamah Abu Thayyib Muhammad Syamsulhaq Al-‘Azhim Abadi dalam kitabnya ‘Aunul Ma’bud (7/379): “Hewan yang disembelih pada hari nahr (Iedul Adha) dalam rangka taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Hewan qurban atau kurban yang diperbolehkan untuk disembelih adalah onta, sapi atau kambing, dimana jenis hewan yang lain tidak boleh dijadikan hewan kurban untuk Idul Adha.

Waktu pelaksanaan penyembelihan hewan kurban adalah setelah sholat Idul Adha, saat menjelang siang tanggal 10 bulan Dzulhijjah sampai dengan matahari terbenam pada tanggal 13 Dzulhijjah. Tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah disebut hari Tasyrik, pada hari Tasyrik umat Islam dilarang berpuasa dan masih boleh melakukan penyembelihan hewan kurban untuk hari Idul Adha.

0rang yang mempunyai dana lebih setelah mencukupi kebutuhan sehari-hari supaya melaksanakan ibadah kurban. Sebagaimana manusia diperintah menjalankan sholat, juga supaya menjalankan ibadah kurban. Saat 10 hari di bulan pertama Dzulhijjah, bagi yang melaksanakan ibadah kurban supaya tidak memotong kuku dan rambut.

Hubungan antara Idul Adha dan ibadah Haji adalah pelaksanaan kedua ibadah ini sama-sama pada bulan Dzulhijjah. Pada tanggal 9 Dzuhijjah, para jamaah haji berada di Arafah melakukan wukuf dan tidak disunatkan untuk berpuasa, sedangkan umat Islam lainnya yang tidak melakukan ibadah haji disunatkan berpuasa. Puasa pada tanggal 9 Dzulhijjah disebut puasa Arafah, berkaitan dengan umat muslim di dunia yang akan merayakan hari Idul Adha, sedang para jamaah haji melakukan wukuf di Arafah dengan tinggal di tenda-tenda. Pada tanggal 10 Dzulhijjah jamaah haji sedang bergerak dari Muzdalifah ke Mina. Mina adalah desa kecil dekat Mekkah, di Mina para jamaah haji akan melempar Jumrah, yaitu melempar batu-batu kecil ke 3 tiang batu yang diibaratkan sebagai setan.

Menurut ayat-ayat di Al Qur'an, penyembelihan kurban ini diawali pada saat Ibrahim as mendapat mimpi beliau sedang menyembelih anaknya, Ismail as yang sedang memasuki masa akil baligh (remaja). Lalu Ibrahim as menceritakan mimpinya pada Ismail as sekaligus menanyakan apa pendapatnya. Ismail as menjawab "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Menurut riwayat Ibnu `Abbas , saat  Ibrahim as akan melaksanakan ibadah, setan datang menggodanya, yang kemudian dilempari batu oleh Ibrahim as sehingga setannya lari. Kemudian Ibrahim as menyuruh anaknya menelungkupkan mukanya untuk segera disembelih, waktu itu Ismail as sedang mengenakan baju gamis (panjang) putih. Lalu berkata Ismail as kepada bapaknya"Wahai bapakku, tidak ada kain untuk mengafaniku kecuali baju gamisku itu, maka lepaskanlah supaya kamu dengan gamisku itu dapat mengafaniku". Maka Ibrahim mulai menanggalkan baju gamis itu, tapi pada saat itulah ada suara di belakangnya menyeru dia: "Hai Ibrahim, kamu sudah melaksanakan dengan jujur mimpimu". Ibrahim segera berpaling, tiba-tiba seekor kambing kibas putih di hadapannya. Sesudah malaikat menyampaikan wahyu itu, Ibrahim as dan Ismail as menjadi sangat berbahagia dan mereka sangat bersyukur kepada Allah, karena perintah penyembelihan itu hanyalah ujian ketaatan kepada mereka yang diberikan oleh Allah.

Allah berfirman
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
"Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah" (QS. Al Kautsar[108] : 2)

Allah berfirman
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ a فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا  وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَى مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)." (QS. Al Hajj[22] : 34)

 إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ وَعِنْدَهُ أُضْحِيَّةٌ يُرِيدُ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَأْخُذَنَّ شَعْرًا وَلَا يَقْلِمَنَّ ظُفُرًا 
"Jika (Salah seorang) telah masuk sepuluh (Dzul Hijjah), sedangkan ia memiliki hewan kurban yang hendak dikurbankan, maka jangan sekali-kali ia mencukur rambut atau memotong kuku." (HR. Muslim)

Allah berfirman
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ  سَتَجِدُنِي إِن شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ ﴿١۰٢﴾ فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ ﴿١۰٣﴾ وَنَادَيْنَاهُ أَن يَا إِبْرَاهِيمُ ﴿١۰٤﴾ قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا  إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ ﴿١۰٥﴾ إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ ﴿١۰٦﴾ وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ ﴿١۰٧﴾وَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. (QS. Ash-Shaaff [37] : 102-107)

Ciri-ciri orang munafik

Munafik berasal dari kata nafaqa (نَافَقَ), yunafiqu (يُنَافِقُ), nifaqan (نِفَاق) wa munafaqatan (مُنَافَقَةً). Secara bahasa berarti salah satu lubang tempat keluarnya yarbu’ (hewan sejenis tikus) dari sarangnya, dimana bila ia dicari dari salah satu lubang maka ia keluar dari lubang lainnya. Atau bisa diartikan memiliki dua lubang (wajah). Secara syara’ berarti menampakkan ke-Islaman dan kebaikan tetapi menyembunyikan kekufuran dan kejahatan. Dikatakan demikian karena dia masuk pada syari’at dari satu pintu dan keluar dari pintu yang lain.



Ciri-ciri orang munafik secara garis besar adalah bila berbicara ia bohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika diberi amanat ia mengkhianati. 0rang yang suka berbohong dan mengingkari janji masih disebut calon munafik. Seorang munafik sejati bila melakukan ketiga dari ciri-ciri di atas. Dari ketiga ciri di atas maka yang terberat adalah mengkhianati amanat.

Sedangkan penjelasan yang lebih mendetail lagi mengenai ciri-ciri orang munafik adalah (1) suka berpura-pura mengikuti petunjuk Allah (2) bangga melakukan perbuatan buruk (3) keras kepala (4) sombong (5) mudah bermusuhan serta saling membenci (6) suka merusak

Rasulullah bersabda
آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ 
"Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jikadipercaya ia berkhianat". (HR Bukhari)

Allah berfirman
وَإِذَا جَاءُوكُمْ قَالُوا آمَنَّا وَقَد دَّخَلُوا بِالْكُفْرِ وَهُمْ قَدْ خَرَجُوا بِهِ  وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا يَكْتُمُونَ ﴿٦١﴾ وَتَرَى كَثِيرًا مِّنْهُمْ يُسَارِعُونَ فِي الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ  لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿٦٢﴾ لَوْلَا يَنْهَاهُمُ الرَّبَّانِيُّونَ وَالْأَحْبَارُ عَن قَوْلِهِمُ الْإِثْمَ وَأَكْلِهِمُ السُّحْتَ a لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَصْنَعُونَ ﴿٦٣ يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ  وَإِن لَّمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ  وَاللَّهُ يَعْصِمُكَ مِنَ النَّاسِ  إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ ﴿٦٧﴾ قُلْ٦
"Dan apabila orang-orang (Yahudi atau munafik) datang kepadamu, mereka mengatakan: "Kami telah beriman", padahal mereka datang kepadamu dengan kekafirannya dan mereka pergi (daripada kamu) dengan kekafirannya (pula); dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu. Mengapa orang-orang alim mereka, pendeta-pendeta mereka tidak melarang mereka mengucapkan perkataan bohong dan memakan yang haram? Sesungguhnya amat buruk apa yang telah mereka kerjakan itu. Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan." (QS. Al Maidah[5] : 61-64)

Minggu, 14 November 2010

Shalat : ibadah yang wajib dilaksanakan bagi orang beragama Islam

Manusia mendapat perintah dari Allah supaya mendirikan shalat. Menurut Al-Qur'an, mendirikan shalat adalah kewajiban bagi muslim yang beriman. Melaksanakan shalat adalah lebih tinggi keutamaannya dibandingkan ibadah-ibadah yang lain.


0rang beriman yang sedang dalam kesulitan akan memohon pertolongan dari Allah dengan melaksanakan shalat dan bersikap sabar. Shalat juga akan menghindarkan diri dari perbuatan munkar (keji).

0rang beriman yang khusyu (merendahkan diri pada Allah) akan mudah melaksanakan shalat, tetapi orang munafik akan berat menjalankan shalat.

Shalat, menunaikan zakat, melakukan amal shaleh, apabila dijalankan dengn merendahkan diri pada Allah akan dapat menghilangkan kekhawatiran dan kesedihan hatinya. Allah akan  memberikan pahala baginya dan petunjuk dalam hidupnya.

Allah berfirman
فَإِذَا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ  فَإِذَا اطْمَأْنَنتُمْ فَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ a إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَّوْقُوتًا
"Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An Nisaa[4] : 103)

Allah berfirman
اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ  إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ  وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ  وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ
"Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al 'Ankabut[29] : 45)

Allah berfirman
أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ  إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al Baqarah[2] : 153)

Allah berfirman
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali." (QS. An Nisaa[4] : 142)


Allah berfirman
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. Al Baqarah[2] : 277)

Allah berfirman
نَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ  فَعَسَى أُولَئِكَ أَن يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ 
"Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. At Taubah[9] : 18)

Sabar : tabah saat menghadapi cobaan hidup

Sabar berasal dari bahasa Arab shabr (صْبِرْ ‎). Menurut Quarish Shihab dalam bukunya Secercah cahaya Ilahi : hidup bersama Al Qur'an, dijelaskan "dalam kamus-kamus Al Qur'an kata shabr (sabar) diartikan sebagai "menahan" baik dalam pengertian fisik-material seperti menahan orang dalam tahanan (kurungan), ataupun imaterial-nonfisik seperti menahan diri (jiwa) dalam menghadapi sesuatu yang diinginkan." Penjelasan seterusnya adalah "kesabaran menuntut ketabahan dalam menghadapi sesuatu yang sulit, berat, pahit yang harus diterima dengan dengan penuh tanggung jawab. Berdasarkan kesimpulan tersebut para agamawan muslim merumuskan pengertian sabar dalam Islam adalah "menahan diri atau membatasi jiwa dari keinginannya demi mencapai sesuatu yang baik atau lebih baik (luhur)"."

Sabar adalah sesuatu yang diupayakan. Bila manusia berusaha ingin kaya (di kehidupan dunia, bukan di akhirat) maka Allah akan memberikan kekayaan, sedangkan bila manusia berusaha ingin sabar, maka Allah akan memberikan kesabaran. Sesungguhnya tidak ada yang lebih baik dari mengharapkan kelapangan dan kesabaran, karena saat di akhirat akan mendapat kehidupan yang lebih baik. Agar manusia berusaha meningkatkan kesabaran, maka sebaiknya bergaul dengan orang-orang sholeh agar bisa saling menasehati tentang kesabaran.

Ciri-ciri orang sabar adalah orang yang gemetar saat mendengar nama Allah, bila mendapat cobaan berlapang dada dan tidak gelisah atau berkeluh kesah, melakukan perbuatan demi mengharap ridho Allah, mendirikan sholat, taat menjalankan ibadah (sesuai ajaran Islam), berusaha menahan hawa nafsunya untuk tidak mudah tergoda hal-hal menyesatkan di dunia, membagikan sebagian rejeki kepada yang membutuhkan, mudah memaafkan orang lain, membalas kejahatan dengan kebaikan, selalu minta ampun atas kesalahan-kesalahannya pada Allah. 

Apabila manusia mendapat bencana (antara lain takut, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa, dan cobaan hidup yang lain), hendaknya sholat dan bersikap sabar. Sesungguhnya bencana adalah ujian kesabaran bagi umat manusia dari Allah. 0rang beriman dan beramal shaleh, hanya akan mendapat pahala dari Allah apabila bersikap sabar atas semua kejadian yang tidak menyenangkan yang menimpa dirinya. Bila orang mau bersikap sabar atas bencana yang menimpa dirinya, maka Allah akan memberi ampunan atas dosa-dosanya dan pahala yang besar. Karena semua yang ada di dunia ini tidak abadi, maka orang sabar akan diberi tempat yang baik, yaitu surga, saat di akhirat kelak.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
لَهُمْ حِينَ نَفِدَ كُلُّ شَيْءٍ أَنْفَقَ بِيَدَيْهِ مَا يَكُنْ عِنْدِي مِنْ خَيْرٍ لَا أَدَّخِرْهُ عَنْكُمْ وَإِنَّهُ مَنْ يَسْتَعِفَّ يُعِفَّهُ اللَّهُ وَمَنْ يَتَصَبَّرْ يُصَبِّرْهُ اللَّهُ وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ وَلَنْ تُعْطَوْا عَطَاءً خَيْرًا وَأَوْسَعَ مِنْ الصَّبْرِ
"Jika kami memiliki kebaikan, maka kami tidak akan menyimpannya dari kalian semua, namun barangsiapa merasa cukup maka Allah akan mencukupkan baginya, barangsiapa berusaha sabar maka Allah akan menjadikannya sabar dan barangsiapa merasa (berusaha) kaya maka Allah akan mengayakannya. Dan sungguh, tidaklah kalian diberi sesuatu yang lebik baik dan lebih lapang dari kesabaran." (HR. Bukhari)


Allah berfirman
إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al Ashr[103] : 3)


Allah berfirman
الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَالصَّابِرِينَ عَلَى مَا أَصَابَهُمْ وَالْمُقِيمِي الصَّلَاةِ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
"(yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezkikan kepada mereka." (QS. Al Hajj[22] : 3)


Allah berfirman
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا
"Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunyadan adalah keadaannya itu melewati batas." (QS. Al Kahfi[18] : 28)


Allah berfirman
وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
" Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)," (QS. Ar Ra'du[13] : 22)


Allah berfirman
فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَلَا يَسْتَخِفَّنَّكَ الَّذِينَ لَا يُوقِنُونَ
"Dan bersabarlah kamu, sesungguhnya janji Allah adalah benar dan sekali-kali janganlah orang-orang yang tidak meyakini (kebenaran ayat-ayat Allah) itu menggelisahkan kamu." (QS. Ar Ruum[30] : 60)


Allah berfirman
وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
"Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. " (Asy Syuura[42] : 43)


Allah berfirman
الصَّابِرِينَ وَالصَّادِقِينَ وَالْقَانِتِينَ وَالْمُنفِقِينَ وَالْمُسْتَغْفِرِينَ بِالْأَسْحَارِ
"(yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap ta'at, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur." (QS. Ali Imran[3] : 17)


Allah berfirman
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al Baqarah[2] : 155)


Allah berfirman
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّى نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ
"Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan (baik buruknya) hal ihwalmu." (QS. Muhammad[47] : 31)


Allah berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al Baqarah[2] : 153)


Allah berfirman
وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِّمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ
"Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang-orang yang sabar". (QS. Al Qashash[28] : 80)


Allah berfirman
إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
"kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar." (QS. Huud[11] : 11)


Allah berfirman
مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ وَمَا عِندَ اللَّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An Nahl[16] : 96)

Iman : percaya pada rukun Iman

Iman (إيمان) diambil dari kata kerja 'aamana' (أمن) -- yukminu' (يؤمن) yang berarti 'percaya' atau 'membenarkan'. Iman juga bisa diartikan dengan mengucapkan dengan lisan, meyakini dalam hati dan mengamalkan dengan perbuatan. 0rang yang beriman adalah yang punya prinsip kuat akan keyakinannya. sehingga antara ucapan, hati dan perbuatan akan selalu selaras.

Iman adalah percaya
pada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, Rasul-Rasul Allah, hari akhir, Qodho (ketentuan Allah) dan Qodhar (kejadian dari ketentuan Allah). 0rang yang pernah melakukan kejahatan lalu bertaubat dan menjadi beriman maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. 0rang-orang yang ikhlas keimanannya, supaya selalu berpegang teguh pada agama, bertakwa maka Allah akan selalu melindungi mereka, menunjukkan jalan yang lurus untuk ke surga.

0rang Islam yang melakukan syahadat, sholat, zakat, puasa saat Ramadhan, naik haji bila mampu disebut Muslim. Seorang muslim yang meyakini (menselaraskan antara ucapan, hati dan perbuatan) dan mempercayai Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, Rasul-Rasul Allah, hari akhir, Qodho (ketentuan Allah) Qodhar (kejadian karena ketentuan Allah) disebut mukmin. Ihsan adalah orang yang berusaha melakukan yang terbaik dalam hubungannya pada Allah. Hari akhir/kiamat tidak ada yang mengetahuinya, kecuali Allah. 

Dari Abu Hurairah, dia berkata

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَارِزًا يَوْمًا لِلنَّاسِ فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَقَالَ مَا الْإِيمَانُ قَالَ الْإِيمَانُ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَبِلِقَائِهِ وَرُسُلِهِ وَتُؤْمِنَ بِالْبَعْثِ قَالَ مَا الْإِسْلَامُ قَالَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤَدِّيَ الزَّكَاةَ الْمَفْرُوضَةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ قَالَ مَا الْإِحْسَانُ قَالَ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ قَالَ مَتَى السَّاعَةُ قَالَ مَا الْمَسْئُولُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنْ السَّائِلِ وَسَأُخْبِرُكَ عَنْ أَشْرَاطِهَا إِذَا وَلَدَتْ الْأَمَةُ رَبَّهَا وَإِذَا تَطَاوَلَ رُعَاةُ الْإِبِلِ الْبُهْمُ فِي الْبُنْيَانِ فِي خَمْسٍ لَا يَعْلَمُهُنَّ إِلَّا اللَّهُ ثُمَّ تَلَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْآيَةَ ثُمَّ أَدْبَرَ فَقَالَ رُدُّوهُ فَلَمْ يَرَوْا شَيْئًا فَقَالَ هَذَا جِبْرِيلُ جَاءَ يُعَلِّمُ النَّاسَ دِينَهُمْ
bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pada suatu hari muncul kepada para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril 'Alaihis Salam yang kemudian bertanya: "Apakah iman itu?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari berbangkit." (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah Islam itu?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:" Islam adalah kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan suatu apapun, kamu dirikan shalat, kamu tunaikan zakat yang diwajibkan, dan berpuasa di bulan Ramadlan." (Jibril 'Alaihis salam) berkata: "Apakah ihsan itu? "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Kamu menyembah Allah seolah-olah melihat-Nya dan bila kamu tidak melihat-Nya sesungguhnya Dia melihatmu." (Jibril 'Alaihis salam) berkata lagi: "Kapan terjadinya hari kiamat?" Nabi shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Yang ditanya tentang itu tidak lebih tahu dari yang bertanya. Tapi aku akan terangkan tanda-tandanya; (yaitu); jika seorang budak telah melahirkan tuannya, jika para penggembala unta yang berkulit hitam berlomba-lomba membangun gedung-gedung selama lima masa, yang tidak diketahui lamanya kecuali oleh Allah." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam membaca: "Sesungguhnya hanya pada Allah pengetahuan tentang hari kiamat." Setelah itu Jibril 'Alaihis salam pergi, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata;" hadapkan dia ke sini." Tetapi para sahabat tidak melihat sesuatupun, maka Nabi bersabda; " Dia adalah Malaikat Jibril datang kepada manusia untuk mengajarkan agama mereka." (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah

سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ إِيمَانٌ بِاللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ حَجٌّ مَبْرُورٌ  
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah ditanya, "Amal apa yang paling utama? "Beliau menjawab, iman kepada Allah. Dia bertanya lagi, "Kemudian apa? " Beliau menjawab," jihad di jalan Allah. " Dia bertanya lagi, Kemudian apa? Beliau menjawab," Haji yang mabrur." (HR. Bukhari)

Allah berfirman


الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُم بِظُلْمٍ أُولَئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ
"0rang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al An'am[6] : 82)

Allah berfirman

وَالَّذِينَ عَمِلُوا السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُوا مِن بَعْدِهَا وَآمَنُوا إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
"Orang-orang yang mengerjakan kejahatan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhan kamu sesudah taubat yang disertai dengan iman itu adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al A'raf [7] : 153)

Allah berfirman

اللَّهُ وَلِيُّ الَّذِينَ آمَنُوا يُخْرِجُهُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا أَوْلِيَاؤُهُمُ الطَّاغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ النُّورِ إِلَى الظُّلُمَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (QS, Al Baqarah [2] : 257)

Allah berfirman

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (QS. Ali Imran[3] : 102)

Allah berfirman
وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: "Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita". Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan. (QS. Al Ahzab[33] : 22)

Allah berfirman

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَاعْتَصَمُوا بِهِ فَسَيُدْخِلُهُمْ فِي رَحْمَةٍ مِّنْهُ وَفَضْلٍ وَيَهْدِيهِمْ إِلَيْهِ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا
"Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya." (QS. An Nisaa [4] : 175)

Allah berfirman

فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاءُ الْمُحْسِنِينَ
"Maka Allah memberi mereka pahala terhadap perkataan yang mereka ucapkan, (yaitu) surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya. Dan itulah balasan (bagi) orang-orang yang berbuat kebaikan (yang ikhlas keimanannya). " (QS. Al Maidah[5] : 85)

Syukur : pujian terima kasih pada Allah karena anugerahNya

Syukur (شُكُوْر), penjelasan menurut Pusat Studi Al Qur'an (www.psq.or.id) "meliputi makna ‘pujian atas kebaikan’, ‘ucapan terimakasih’, atau ‘menampakkan nikmat Allah ke permukaan’, yang mencakup syukur dengan hati, syukur dengan lidah, dan syukur dengan perbuatan". 0rang Islam yang ta'at akan selalu bersyukur walaupun untuk rejeki yang sedikit.
 
Allah menciptakan manusia saat lahir masih belum bisa berbuat apa-apa. Allah memberi manusia hati, mata dan telinga adalah dimaksudkan untuk bisa memahami, melihat dan mendengar tanda-tanda kekuasaan Allah agar bisa bersyukur atas anugerah Allah. Saat manusia sudah dewasa, manusia bisa mencari nafkah untuk mendapatkan rejeki, antara lain untuk makan. 0rang yang beriman pada Allah supaya makan dengan rejeki yang baik dan selalu bersyukur pada Allah. 

Tanda-tanda kekuasaan Allah adalah Allah menciptakan hari itu ada malam, ada siang, agar pada saat malam hari manusia bisa beristirahat dan pada siang hari mencari rejeki. Tanda-tanda kekuasaan Allah yang lain adalah Allah menciptakan angin, agar kapal nelayan bisa berlayar, mengambil ikan untuk dimakan dan mutiara untuk dijadikan perhiasan.
Kenapa banyak manusia sulit untuk bersyukur dan suka mengeluhkan hidupnya, melupakan anugerah Allah dan yang dilihat hanyalah kekurangan-kekurangan saja, itu karena setan sudah berjanji akan menyesatkan manusia dan membuat manusia tidak bisa mensyukuri nikmat Allah.
0rang yang beriman pada Allah, adalah orang yang beruntung, karena selalu bisa mensyukuri nikmat Allah dan bisa bersikap sabar atas masalah yang dihadapinya. Dan bagi orang yang beriman pada Allah, dan selalu bersyukur, maka Allah akan memberikan nikmat lebih atas rejeki yang didapatnya, sebaliknya bila tidak bisa bersyukur, maka akan mendapatkan azab. Azab itu bisa saja hidupnya selalu gelisah, sehingga mencari kebahagiaan yang tidak baik sesuai ajaran Islam, tapi azab di dunia belum tentu kelihatan oleh orang lain, karena itu ada dalam hati dan hanya Allah yang tahu. Azab yang sudah pasti diberikan pada manusia yang tidak bersyukur adalah saat di akhirat dimasukkan ke neraka, yang berupa api besar dan bergolak, dan manusia akan masuk di situ akan dalam keadaan terhina.
Semua rejeki dari Allah adalah untuk disyukuri, dengan terus menguatkan iman pada Allah, sepenuhnya percaya pada Allah, semua ciptaan Allah, dan hari akhir. 0rang beriman pada Allah dan selalu bersyukur, bisa bersikap sabar saat diberi masalah, mereka adalah orang yang beruntung karena saat di dunia hidupnya merasa nikmat dan setelah hari akhir akan dimasukkan Allah ke tempat yang sangat indah dan menyenangkan, yaitu di surga.

Allah berfirman
وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur. " (QS. An Nahl[16] : 78)


Allah berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. " (QS. Al Baqarah[2] :172)

Allah berfirman
وَمِن رَّحْمَتِهِ جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوا فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebahagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya." (QS. Al Qhashash[28] : 73)

Allah berfirman
وَهُوَ الَّذِي سَخَّرَ الْبَحْرَ لِتَأْكُلُوا مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُوا مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى الْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
"Dan Dialah, Allah yang menundukkan lautan (untukmu), agar kamu dapat memakan daripadanya daging yang segar (ikan), dan kamu mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kamu pakai; dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari (keuntungan) dari karunia-Nya, dan supaya kamu bersyukur." (QS. An Nahl[16] :14)

Allah berfirman
وَمَا ظَنُّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّ اللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ
"Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah pada hari kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri(nya)." (QS. Yunus[10] : 60)

Allah berfirman
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ﴿١٦﴾ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ ﴿١٧﴾ قَالَ اخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورًا لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ ﴿١٨﴾ وَ
"Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat)." Allah berfirman: "Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar Aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya". "(QS. Al Araf [7]: 16 -18)

Allah berfirman
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". " (QS. Ibrahim[14] : 7)

Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
"perkara orang mu`min mengagumkan, sesungguhnya semua perihalnya baik dan itu tidak dimiliki seorang pun selain orang mu`min, bila tertimpa kesenangan, ia bersyukur dan syukur itu baik baginya dan bila tertimpa musibah, ia bersabar dan sabar itu baik baginya." (HR. Muslim)