Rabu, 17 November 2010

Do'a yang dikabulkan Allah

Do'a seorang muslim akan terkabul hanya bila sudah berusaha. Cara berusaha yang benar menurut Islam adalah tawakal. 0rang tawakal adalah orang yang berusaha lalu diikhlaskan pada Allah untuk hasilnya. Ikhlas adalah memurnikan tujuan perbuatan hanya pada Allah. Setiap kali berniat akan melakukan sesuatu dengan mengucap hanya karena Allah atau Lilahita'ala. Dan saat akan melakukan perbuatan diawali mengucap dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang atau Bismillahirrohmanirrohim


Do'a yang dikabulkan Allah adalah do'a seorang muslim beriman yang telah melakukan perintah Allah. Menjalankan perintah Allah dimulai dari memperbaiki ibadah shalat dan membagikan rejeki kepada orang lain yang membutuhkan (sebaiknya didahulukan pada kerabat, sahabat, tetangga, baru orang yang tidak begitu dikenal tapi mau berusaha, bukan pengemis). Selanjutnya bisa memperbaiki ibadah yang lain, selain menjalankan yang wajib juga menambahkan yang sunnah.

Do'a seorang muslim akan dikabulkan Allah jika tidak menginginkan hal yang mengandung perbuatan dosa juga tidak dalam kondisi memutuskan silaturahmi. Hubungan silaturahmi adalah hubungan kekerabatan karena hubungan garis keturunan dan perkawinan. Jadi cobalah sambunglah kembali hubungan kekerabatan yang terputus, walau dikasari setidaknya sudah berusaha.

Do'a seorang muslim akan akan dikabulkan Allah bila membantu muslim yang sedang kesusahan. Karena membantu sesama muslim juga akan memudahkan urusan kita di dunia dan akherat.

Do'a seorang muslim akan dikabulkan Allah bila kita berprasangka baik pada Allah, meyakini bahwa Allah akan mengabulkan do'a kita setelah kita berusaha, beriman, menjalankan perintah Allah.

Berdo'alah dengan lembut, dan suara direndahkan. Jangan berdo'a dengan menghadap ke langit. Jangan berdo'a dengan kalimat yang menyatakan "bila Engkau berkenan", maksudnya adalah jangan memohon dengan keraguan Allah tidak akan mengabulkan do'a kita.

Sesungguhnya semua do'a seorang muslim yang sudah melakukan usaha bekerja dan berdo'a dengan sebaik-baiknya sesuai ajaran Islam akan dikabulkan Allah. Ada kemungkinan dikabulkan dengan cara langsung diberikan seperti harapan kita, atau ditunda, atau juga diganti dengan yang  lebih baik, bisa juga diberikan saat kita di akhirat. Jadi teruslah berdo'a, dan jiwa kita akan tenteram karena Allah selalu bersama kita.

Dari Anas bin Malik r.a.
عَنْ أَنَسِ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَعْقِلُهَا وَأَتَوَكَّلُ أَوْ أُطْلِقُهَا وَأَتَوَكَّلُ قَالَ اعْقِلْهَا وَتَوَكَّلْ (رواه الترمذي)
Ada seseorang berkata kepada Rasulullah SAW. ‘Wahai Rasulullah SAW, aku ikat kendaraanku lalu aku bertawakal, atau aku lepas ia dan aku bertawakal?’ Rasulullah SAW menjawab, ‘Ikatlah kendaraanmu lalu bertawakallah.” (HR. Tirmidzi)

Allah berfirman
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ  أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ  فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُون
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran." (QS. Al Baqarah[2] : 186)

Allah berfirman
  الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
"(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka." (QS. Al Baqarah[2] : 3)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ
"Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal." Para sahabat lantas mengatakan, "Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a." Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata," Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do'a-do'a kalian"." (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
نْ نَفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ مُسْلِمًا سَتَرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang berada dalam kesulitan, maka Allah akan memberikan kemudahan di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya sesama muslim. Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya." (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
إِنَّ اللَّهَ يَقُولُ أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِي
"Allah 'azza wajalla berfirman: "Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku terhadap-Ku, Aku akan bersamanya jika ia berdoa kepada-Ku"."(HR. Muslim)

Allah berfirman

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً  إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ 
"Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." (QS. Al A'raf[7] : 55)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
أَيُّهَا النَّاسُ ارْبَعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْعُونَ أَصَمَّ وَلَا غَائِبًا وَلَكِنْ تَدْعُونَ سَمِيعًا بَصِيرًا

 "Saudara-saudara sekalian, rendahkanlah suara kalian! Sesungguhnya kalian tidak berdoa kepada Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdoa kepada Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Dekat." (HR. Bukhari)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda

لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ رَفْعِهِمْ أَبْصَارَهُمْ عِنْدَ الدُّعَاءِ فِي الصَّلَاةِ إِلَى السَّمَاءِ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ 
 "Hendaklah suatu kaum menghentikan untuk mengangkat pandangan mereka ke langit ketika berdoa dalam shalat atau (kalau tidak), niscaya pandangan mereka akan dicabut (dibutakan)." (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda
 إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِي الدُّعَاءِ وَلَا يَقُلْ اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِي فَإِنَّ اللَّهَ لَا مُسْتَكْرِهَ لَهُ
 "Jika salah seorang dari kalian berdoa hendaklah benar-benar mantap dalam mengharap, dan janganlah mengatakan; 'ALLAHUMMA IN SYI'TA FA'THINI (Ya Allah jika Engkau menghendaki maka berikanlah untukku), karena sesungguhnya Allah 'azza wajalla tidak ada yang bisa memaksa." (HR. Muslim)

Allah berfirman
خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ  إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ  وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. " (QS. At Taubah[9] : 103)

Ka'bah

Bentuk kubuslah yang membuat ia bernama Ka'bah. Allah, sebagaimana termaktub dalam QS Al Maidah ayat 97, menjadikannya rumah suci pusat (peribadatan dan urusan dunia) manusia.

Sejarawan, termasuk Dr. Muhammad Ilyas Abdul Ghani, menyatakan Ka'bah dibangun hingga 12 kali. Tarikh populer menyebutkan rumah suci ini pertama kali didirikan oleh malaikat. Baru kemudian oleh Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, kemudian oleh bangsa Quraisy pada masa jahiliyah - dan Muhammad turut andil membangunnya saat berumur 25 tahun.



Pembangunan terakhir adalah oleh Ibnu Zubair. Namun rekonstruksi terus terjadi, antara lain pada era pemerintahan Abdul Malik Marwan pada 74 Hijriyah (693 M). Rekosntruksi juga dilakukan pada masa Sultan Murad Khan pada 1039 Hijriyah setelah sebagian bangunan rusak akibat banjir.

Rumah suci inilah pusat thawaf jemaah haji dan umrah. Pada salah satu sudutnya, terdapat Hajar Aswad, batu hitam yang Rasulullah SAW pun selalu menyempatkan diri menyentuh dan menciumnya. Hajar Aswad, berdasarkan sabda Rasulullah, diturunkan dari surga dengan warna yang lebih putih daripada susu. Dosa-dosa keturunan Adam membuatnya menjadi hitam.

Muhammad berperan besar saat pembangunan oleh bangsa Quraisy di era jahiliyah. Saat itu, para kabilah berebut hak untuk meletakkan Hajar Aswad, Perselisihan terjadi sehingga pembangunan terhenti selama 4-5 hari. Kemudian diputuskan orang pertama yang memasuki tempat mereka berdialoglah yang akan meletakkan Hajar Aswad. Ternyata orang ini adalah Muhammad. "Ini adalah Al-Amin, kami ridha dengan Muhammad" kata mereka.

Lalu Muhammad menghamparkan sehelai kain dan meletakkan batu itu di atasnya, serta meminta setiap kabilah memegang ujung kain. Dan, serentak, mereka mengangkat Hajar Aswad dan menempatkannya di dekat sudut Ka'bah. Kemudian Muhammad meletakkan pada tempatnya.

Pada era Ibnu Zubair, Ka'bah dibangun seperti pada masa Nabi Ismail AS. Bangunan lebih panjang dan meliputi area yang saat ini disebut Hijr Ismail. Ibnu Zubair juga membuat dua pintu dan merendahkannya sehingga orang dapat dengan mudah masuk. Ia mendasarkan perbuatannya pada hadits yang menyatakan kaum Quraisy sengaja meninggikan pintu Ka'bah karena hendak membatasi orang-orang yang bisa masuk hanya orang-orang tertentu.

Hijr Ismail sebenarnya adalah bagian dari Ka'bah. Diriwayatkan dari Abdul Hamid bin Jubair dari bibinya Syafiyyah binti Syaibah,"Aisyah berkata kepada Rasulullah SAW,'Wahai Rasulullah, bolehkah aku masuk ke Baitullah?', Beliau bersabda,'Masuklah ke dalam Hijr Ismail, karena ia masih bagian dari Baitullah'."

Khalifah Abdul Malik Marwan kemudian menjadikan Ka'bah kembali berbentuk kubus. Ia kemudian menyesal setelah tahu hadits yang diriwayatkan Siti Aisyah RA tersebut, namun bentuk Ka'bah tak pernah lagi diubah. Hijr Ismail kini ditandai dengan dinding rendah melingkar di luar dinding Ka'bah.

Kendati tak mengubah bentuk, rekonstruksi Ka'bah pada era modern terjadi pada 1996 Masehi. Langkah terakhir ini mengganti bahan-bahan kayu pada pilar dalam dan atap Ka'bah. Pelaksana perbaikan ini adalah kelompok usaha Bin Ladin


Sumber : Haji Indonesia, Republika

Ada apa di dalam Ka'bah?

Pada masa Jahiliyah, bangunan ini sesak oleh berhala. Namun sekarang, rumah suci ini boleh dibilang kosong, dan umat Islam dapat sholat di setiap pojok di dalamnya. Keistimewaan berada di dalam ka'bah adalah dapat sholat menghadap ke arah mana saja.

Perlu tangga untuk mencapai pintu Ka'bah karena lantai dalam Ka'bah 2,2 meter lebih tinggi dari lintasan tha'waf. Di dalam ka'bah sulit melihat detail ruangan karena suasana yang remang-remang. Namun, jari-jari akan merasakan dinding yang halus terbuat dari marmer, demikian juga lantainya. Kilau dinding lebih terang pada bagian tengah, sementara pada setiap pojok dan tepiannya tampak lebih gelap. Di bagian atas ruangan tampak tergantung sejumlah benda seperti lampu. Di salah satu sudut, sebelah kanan pintu, terdapat terdapat tonjolan dinding berpintu, tangga menuju atap.

Tiga tiang menjadi penopang atap. Sebagaimana pintu, semua berlapiskas emas. Emas ini adalah hasil peleburan 36 ribu dinar pada masa pemerintahan Al Walid bin Abdul Malik. Gubernur Makkah saat itu, Khalid Qasari, menjadikan emas itu pelapis tiang, sudut bagian dalam Ka'bah, dan Mizab (pancuran Ka'bah)

Sumber : Haji Indonesia, Republika

Neraka : api besar menyala-nyala yang sangat panas

Neraka adalah api besar menyala-nyala, sangat panas dan bergolak. Bunga api neraka adalah sebesar dan setinggi istana. Neraka juga menggelegak, suaranya sangat mengerikan. Bahan bakar neraka adalah batu dan manusia. Penjaga neraka adalah malaikat yang bersikap kasar, keras dan patuh pada Allah.



Neraka adalah tempat bagi manusia dan jin yang mempunyai hati tapi tidak mau memahami Al Qur'an, punya mata tapi tidak mau melihat tanda-tanda kekuasaan Allah, punya telinga tapi tidak mau mendengarkan ayat Al Qur'an. Baik laki-laki maupun perempuan, mereka yang yang kafir dan munafik adalah penghuni neraka. 0rang munafik tempatnya adalah neraka paling dasar.

Penghuni neraka memasuki neraka dengan cara diseret di atas mukanya, lalu dilempar ke dalam neraka. Penghuni neraka dibakar mukanya, di dalam neraka mereka dalam keadaan cacat. Penghuni neraka diberi minum seperti besi mendidih yang menghanguskan muka mereka. Emas dan perak yang mereka miliki di dunia (tanpa dizakatkan) akan di panaskan dan ditempel di dahi, lambung dan punggung penghuni neraka.


Allah berfirman
الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَى
"(Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)." (QS. Al A'laa[87] : 12)

Allah berfirman
وَمَن لَّمْ يُؤْمِن بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا
"Dan barangsiapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya Kami menyediakan untuk orang-orang yang kafir neraka yang bernyala-nyala." (QS. Al Fath[48] : 13)

Allah berfirman

وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ ﴿١۰﴾ نَارٌ حَامِيَةٌ ﴿١١﴾وَ
"Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas." (Al Qaari'ah[101] : 10)


Allah berfirman 
كَلَّا  إِنَّهَا لَظَى

"Sekali-kali tidak dapat, sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergolak," (QS. Al Ma'aarij[70] :15)

Allah berfirman
إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ
"Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana." (QS. Al Mursalat[77] : 32)

Allah berfirman
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS At Tahriim[66] : 6)

Allah berfirman
وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ  لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا  أُولَئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ  أُولَئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai." (QS. Al A'raf[7] :179)

Allah berfirman
وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا  هِيَ حَسْبُهُمْ  وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ  وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ
"Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal." (QS. At Taubah[9] : 68)

Allah berfirman
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka." (QS. An Nisaa[4] : 145)

Allah berfirman
يَوْمَ يُسْحَبُونَ فِي النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ ذُوقُوا مَسَّ سَقَرَ
"(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah sentuhan api neraka!". " (QS. Al-Qamar[54] : 48)

Allah berfirman
تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ
"Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat." (QS. Al Mu'minun[23] : 104) 

Allah berfirman
وَقُلِ الْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ  فَمَن شَاءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَاءَ فَلْيَكْفُرْ  إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا  وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاءٍ كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ  بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءَتْ مُرْتَفَقًا
"Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS. Al Kahfi[18] : 29)


Allah berfirman
يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ  هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ
"pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu"." (QS. At Taubah[9] : 35)

Selasa, 16 November 2010

Surga : taman tempat istirahat yang indah di akhirat

Surga seperti yang diceritakan dalam Al Qur'an adalah diibaratkan taman-taman, tempat peristirahatan yang indah dengan banyak mata air dan banyak sungai mengalir. Penghuni surga menggunakan perhiasan emas, baju sutra, bersandar di dipan-dipan sambil makan buah-buahan. Di surga penghuninya hanya bersenang-senang, semua keinginan akan terpenuhi. Surga tidak ada di dunia, melainkan di akhirat.

Akhirat adalah kehidupan setelah manusia mati lalu dibangkitkan pada hari kiamat, dimana pada saat itu semua amal perbuatan akan dihitung dengan tepat. Akhirat adalah kehidupan yang kekal, sedangkan dunia hanyalah permainan, tempat yang memperdayai, tempat manusia diuji oleh Allah untuk diketahui siapa paling baik amalannya. Hanya orang Islam yang akan beruntung di akherat, yaitu mereka yang mengikuti petunjuk Al Qur'an.


0rang yang mengikuti petunjuk Al Qur'an dengan beriman dan bertakwa selama di dunia akan mendapatkan balasan dari Allah saat di akhirat yaitu ditempatkan di surga, baik laki-laki maupun perempuan. 0rang beriman adalah orang -yang selalu merendahkan diri pada Allah, mengerjakan amal-amal shaleh, dan tidak ragu-ragu berjuang dengan harta dan jiwanya di jalan Allah.





Allah berfirman
مَّثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ أُكُلُهَا دَائِمٌ وَظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَوا وَّعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ
"Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka." (QS Ar Ra'du[13] : 35)


Allah berfirman
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir)." (QS Al Hijr[15] :45)


Allah berfirman
إِنَّ أَصْحَابَ الْجَنَّةِ الْيَوْمَ فِي شُغُلٍ فَاكِهُونَ
"Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka)." (QS Yaa Siin [36] : 55)


Allah berfirman
لَهُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ وَلَهُم مَّا يَدَّعُونَ
"Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta." (QS Yaa Siin : [36] : 57)


Allah berfirman
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَاءُونَ كَذَلِكَ
(yaitu) surga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa (QS An Nahl[16] : 31)


Allah berfirman
أُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا
"Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah" (QS Al Kahfi[18] : 31)


Allah berfirman
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi." (QS Ali Imran[3]: 85)


Allah berfirman
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun," (QS Al Mulk[67] : 2)


Allah berfirman
إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَإِن تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ
"Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu." (QS Muhammad[47] : 36)


Allah berfirman
قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Katakanlah: "Hai manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk". (QS Al A'raf[7] : 158)


Allah berfirman
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَخْبَتُوا إِلَى رَبِّهِمْ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya. "(QS Huud[11] : 23)


Allah berfirman
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan" (QS Ali Imran[3] : 185)


Allah berfirman
وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِي الْقُبُورِ
"dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur." (QS Al Hajj[22] : 7)


Allah berfirman
يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ اللَّهُ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوا أَحْصَاهُ اللَّهُ وَنَسُوهُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
"Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." (QS Al Mujaadalah[58] : 6)


Allah berfirman
لِّيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ وَكَانَ ذَلِكَ عِندَ فَوْزًا عَظِيمًا
supaya Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dan supaya Dia menutupi kesalahan-kesalahan mereka. Dan yang demikian itu adalah keberuntungan yang besar di sisi Allah, (Al Fath[48] : 5)


Allah berfirman
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. (QS Al Hujuraat[49] : 15)

Gambaran setelah hari kiamat

Setelah Malaikat Israfil meniup sangkakala (bentuknya seperti tanduk besar) yang memekakkan telinga, seluruh makhluk mati kecuali Izrail  dan beberapa malaikat yang lain. Setelah  itu, Izrail pun mencabut nyawa malaikat yang tersisa dan akhirnya nyawanya sendiri. Setelah semua makhluk mati, (disebutkan di Al Qur'an surat Al Mukmin[40] ayat 16) Allah berfirman yang artinya kira-kira "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" Kepunyaan Allah Yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan.

Setelah 40 tahun, Malaikat Israfil dihidupkan, kemudian meniup sangkakala yang kedua kalinya, lalu seluruh makhluk hidup dibangkitkan lagi di atas dataran  putih, berupa padang Mahsyar (umpama padang Arafah) yang rata tidak berbukit atau bulat seperti bumi. Manusia yang berasal dari benih anak Adam akan dibangkitkan.  Semua manusia dan jin dibangkitkan dalam keadaan telanjang dan hina. Mereka tidak ada rasa malu karena saat itu  hati mereka sangat takut dan cemas tentang nasib mereka, masa depan yang akan dihadapi.  Lalu datanglah api yang berterbangan dengan bunyi seperti guruh yang menghalau manusia, jin dan binatang ke tempat pertemuan yang besar. Bergeraklah mereka menggunakan tunggangan (bagi yang banyak amal), berjalan kaki (bagi yang kurang amalan) dan berjalan dengan muka (bagi yang banyak dosa). Saat itu, ibu akan melupakan anak, suami akan melupakan isteri, setiap manusia sibuk memikirkan nasib mereka masing-masing.  Setelah semua makhluk dikumpulkan, matahari dan bulan dihapuskan cahayanya, lalu mereka tinggal dalam kegelapan tanpa cahaya. Tejadilah huru-hara yang amat dahsyat.  Tiba-tiba langit yang tebal pecah dengan bunyi yang dahsyat, lalu turunlah malaikat sambil bertasbih kepada Allah SWT. Seluruh makhluk terkejut melihat ukuran malaikat yang besar dan suaranya yang menakutkan. Kemudian matahari muncul lagi dengan panas yang berlipat-lipat. Hingga dirasakan seakan-akan matahari berada sejengkal dari atas kepala mereka. Lalu manusia kepanasan dan bermandikan peluh sehingga peluh mereka menjadi lautan. Timbul atau tenggelamnya manusia bergantung pada amalan masing-masing. Keadaan seperti ini berlanjut hingga 1000 tahun. 

Terdapat satu telaga kepunyaan Nabi Muhammad SAW bernama Al-Kautsar berisi air yang hanya dapat diminum oleh orang mukmin. 0rang bukan mukmin akan dihalau oleh malaikat yang menjaganya. Jika diminum airnya tidak akan haus selama-lamanya. Kolam ini berbentuk segi empat tepat sebesar satu bulan perjalanan. Bau air kolam ini lebih harum dari kasturi, warnanya lebih putih dari susu dan rasanya lebih sejuk dari embun. Sungai ini mengalir dari surga. 

Karena menunggu sangat lama di padang mahsyar, semua manusia tidak tahu berbuat apa melainkan mereka yang beriman, kemudian mereka terdengar suara "pergilah berjumpa dengan para Nabi". Maka mereka pun pergi mencari para Nabi. Pertama kali sekelompok manusia ini berjumpa dengan Nabi Adam tetapi usaha mereka gagal karena Nabi Adam a.s menyatakan beliau pernah melakukan kesalahan dengan Allah SWT. Maka sekelompok manusia itu kemudiannya berjumpa Nabi Nuh a.s., Nabi Ibrahim a.s., Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s. (semuanya memberikan jawaban seperti Nabi Adam a.s.) dan akhirnya mereka berjumpa Rasullullah SAW. Jarak waktu antara satu nabi dengan yang lain adalah 1000 tahun perjalanan. 

Lalu berdoalah Nabi Muhammad SAW ke hadirat Allah SWT. Lalu do'a Nabi SAW dikabulkan oleh Allah. Setelah itu, terdengar bunyi pukulan gendang yang sangat kuat hingga menakutkan hati semua makhluk. Lalu  langit terbelah, turunlah 'arsy Tuhan yang dipikul oleh 8 orang malaikat yang sangat besar (besarnya sejarak perjalanan 20 ribu tahun) sambil bertasbih dengan suara yang amat kuat sehingga 'Arsy itu tiba dibumi. 

'Arsy itu berbentuk kubah yang mempunyai 4 batang tiang yang selalu dipikul oleh 4 orang malaikat yang besar dan gagah. Bila disederhanakan diibaratkan istana yang mempunyai seribu ruangan yang menempatkan jutaan malaikat di dalamnya. Dikelilingi embun yang memantulkan cahayanya yang sangat kuat. Kursi yaitu yang terletak di hadapan Arasy yang dipikul oleh 4 orang malaikat yang sangat besar. Ukuran kursi lebih kecil dari 'Arsy umpama cincin ditengah padang. Bila disederhanakan ibarat singgasana  yang terletak dihadapan istana. 

Seluruh makhluk pun menundukkan kepala karena takut. Lalu dimulai timbangan untuk perhitungan amal. Ketika itu  kitab amalan masing-masing beterbangan  turun dari bawah Arsy menuju ke leher pemiliknya tanpa kesalahan, lalu dipanggil satu demi satu untuk dihisab. Kitab amalan ini telah ditulis oleh malaikat Hafazhah / Raqib  & 'Atid / Kiraman Katibin. Manusia berbaris dalam saf mengikut Nabi dan pemimpin masing- masing. Orang kafir dan munafik berbaris bersama pemimpin mereka yang dzalim. Setiap pengikut ada tanda mereka tersendiri untuk dibedakan.  Umat yang pertama kali dihisab adalah umat Nabi Muhammad SAW, dan amalan yang pertama kali dihisab adalah sholat. Sedangkan hukum yang pertama kali diputuskan adalah perkara pertumpahan darah.  Apabila telah tiba giliran seseorang hendak dihisab amalannya, malaikat akan mencabut kitab mereka lalu diserahkan, lalu pemiliknya mengambil dengan tangan kanan bagi orang mukmin dan dengan tangan kiri jika orang bukan mukmin. 

Semua makhluk akan dihisab amalan mereka menggunakan satu Neraca Timbangan. Ukurannya amat besar, mempunyai satu tiang yang mempunyai 2 cabang yang ada daunnya. Daun yang bercahaya untuk menimbang pahala dan yang gelap untuk menimbang dosa.  Acara ini disaksikan oleh Nabi Muhammad SAW dan para imam 4 mazhab untuk menyaksikan pengikut masing-masing dihisab. Perkara pertama yang diminta ialah Islam. Jika dia bukan Islam, maka seluruh amalan baiknya tidak ditimbang bahkan amalan buruk tetap akan ditimbang. Saat dihisab, mulut manusia akan dipateri, tangan akan berkata- kata, kaki akan menjadi saksi. Semua akan diadili oleh Allah yang Maha Bijaksana. Setelah amalan ditimbang, mahkamah Mahsyar dibuka kepada orang banyak untuk menuntut hak masing-masing dari makhluk yang sedang bicara sehingga seluruh makhluk jadi puas  dan dibolehkan menyeberangi Siratul Mustaqin. Siratul Mustaqim ialah jembatan yang terbentang dibawahnya neraka. Lebar jembatan ini adalah seperti sehelai rambut yang dibelah tujuh dan  lebih tajam dari mata pedang. Bagi orang mukmin jembatan ini akan dilebarkan dan dimudahkan menyeberanginya.

Syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat : 1. Meringankan penderitaan makhluk di Padang Mahsyar dengan mempercepatkan hisab. 2. Memasukkan manusia ke dalam syurga tanpa hisab. 3. Mengeluarkan manusia yang mempunyai iman sebesar zarah dari neraka. (Semua syafaat ini adalah atas izin Allah SWT.) Para nabi dan rasul serta golongan lain juga diberikan izin oleh Tuhan untuk memberi syafaat kepada para pengikut mereka. Mereka ini berjumlah 70 000. Setiap seorang dari mereka akan mensyafaatkan 70 000 orang yang lain. Setelah selesai dihisab, manusia akan berjalan menuju surga melintasi Siratul Mustaqim.

Fudhail bin Iyadh berkata perjalanan di Siratul Mustaqim memakan waktu 15000 tahun. 5000 tahun menaik, 5000 tahun mendatar dan 5000 tahun menurun. Ada makhluk yang dapat melewatinya  seperti kilat, seperti angin, menunggang binatang korban dan berjalan kaki. Ada yang tidak dapat melewatinya karena api neraka selalu menarik kaki mereka, lalu mereka jatuh ke dalamnya. Para malaikat berdiri di kanan dan kiri jembatan mengawasi setiap makhluk yang lewat. Setiap 1000 orang yang melewatinya, hanya 1 yang berhasil mencapai akhir jembatan, 999 orang akan terjatuh ke dalam neraka. 

Sesungguhnya apabila matinya seseorang anak Adam itu, hanya 3 perkara yang akan dibawanya bersama : ① Sedekah/amal jariahnya. ② Doa anak-anaknya yang sholeh. ③ Ilmu yang bermanfaat yang disampaikannya kepada orang lain.  Jika sekiranya kalian ingin mengumpulkan bekal untuk akhirat, sampaikanlah ilmu ini kepada sahabat-sahabat yang lain, sebagaimana  sabda Rasulullah SAW: ❝ Sampaikanlah pesanku walaupun satu ayat. ❞ Rujukan: Kitab Aqidatun Najin karangan Syeikh Zainal Abidin Muhammad Al- Fathani.

Takwa : pengamalan ajaran Islam secara utuh

Kata takwa berasal dari rumpun kata waqa (وَقَى), yaqi (يَقِى), wiqayah (وِقايةً), yang berarti takut, menjaga, memelihara dan melindungi. Sesuai dengan makna tersebut, maka taqwa dapat diartikan sikap memelihara keimanan yang diwujudkan dalam pengamalan ajaran agama islam secara utuh, konsisten dan selalu ditingkatkan (istiqamah). Takwa juga bisa diartikan dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.

0rang yang bertakwa telah mendapat petunjuk dari Allah yaitu Al Qur'an (supaya dipelajari dan diterapkan dalam kehidupannya). 0rang yang bertakwa ciri-cirinya adalah yang beriman pada yang Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi, mendirikan shalat, menunaikan zakat, membantu kerabat dan orang lain yang dalam kesempitan, sabar bila menghadapi masalah, sanggup menahan amarah, mudah memaafkan orang lain, dan selalu minta ampun pada Allah dengan segera menyadari kesalahannya.

0rang-orang yang bertakwa supaya mengikuti aturan-aturan tentang kehidupan yang ada di Al Qur'an dalam kehidupannya, dan Allah akan memberi jalan keluar dari masalah-masalahnya. 0rang-orang yang bertakwa akan dilipat gandakan pahalanya oleh Allah, diampuni dosa-dosanya dan mendapat balasan dari Allah yaitu surga.

Allah berfirman
ذَلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ ﴿٢﴾ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ ﴿٣﴾ وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ ﴿٤﴾ أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ ﴿٥﴾ إِ
"Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung. " (QS. Al Baqarah[2] : 2-5)

Allah berfirman
لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ
"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa. " (QS. Al Baqarah[2] : 177)

Allah berfirman
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ ﴿١٣٣﴾الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ ﴿١٣٤﴾ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ ﴿١٣٥﴾ أُولَئِكَ جَزَاؤُهُم مَّغْفِرَةٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ ﴿١٣٦﴾ قَدْ
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal. " (QS. Ali Imran[3] : 133-136)

Allah berfirman
فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِّنكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ ذَلِكُمْ يُوعَظُ بِهِ مَن كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا
Apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujukilah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. (QS. Ath Thalaaq[65] : 2)

Allah berfirman
ذَلِكَ أَمْرُ اللَّهِ أَنزَلَهُ إِلَيْكُمْ وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا
"Itulah perintah Allah yang diturunkan-Nya kepada kamu, dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus kesalahan-kesalahannya dan akan melipat gandakan pahala baginya. " (QS. Ath Thalaaq[65] : 5)